Feeds:
Pos
Komentar

Check up payudara sering terlewatkan oleh sahabat-sahabat perempuan, tidak terkecuali dokter yang menulis ini. Padahal yang namanya kanker masih belum jelas asal penyebabnya, bisa tiba-tiba muncul secara mengagetkan. Sering pasien/keluarga pasien menanyakan penyebabnya apa ya dok? Berharap kalau ada faktor yang bisa dihindari untuk mencegah. Meskipun pada umumnya dokter mengatakan jangan makan-makanan cepat saji, banyak pengawet, makanan yang disuntik hormon… tetap saja itu bukan penyebab kanker. Lanjut Baca »

Radiologi Intervensi

Radiologi intervensi merupakan salah satu bidang radiologi yang melakukan intervensi / penatalaksanaan kepada pasien, tidak hanya melakukan proses diagnostik. Mungkin masih banyak yang belum mengenal bidang ini karena yang terpikir dari spesialis radiologi adalah orang yang membaca rontgen, CT scan dan melakukan USG. Tindakan yang dilakukan oleh seorang radiologi intervensi seperti melakukan biopsi tumor yang dibantu dengan pencitraan (alat radiologi), memberikan obat (kemoterapi pada pasien kanker) yang langsung menuju pembuluh darah tumor, menutup peredaran darah yang memberi makan bagi tumor baik untuk mengurangi risiko perdarahan sebelum dioperasi maupun sebagai salah satu terapi, pasang stent pada pasien stenosis pembuluh darah (pembuluh darah tertutup karena suatu sebab tertentu), dan sebagainya. Lanjut Baca »

Hadiah Tahun Baru 2013

Galau…. Sementara teman-teman bagian lain sudah ditelpon mengabarkan kelulusan mereka, belum ada satupun kejelasan kapan radiologi akan mengumumkan hasil ujian. Lanjut Baca »

Tes PPDS Radiologi UI 2012

Senin, 15 oktober 2012

23 orang peserta ujian calon ppds radiologi dikumpulkan di Dept. radiologi FKUI lt.2 untuk mendapatkan pengarahan dari KPS, dr. Sawitri. Dari 23 orang, 5 diantaranya adalah peserta ujian yang gagal sebelumnya. Dari 23 peserta ada 4 orang lulusan FKUI. Salah satu yang kukenal baik adalah mbak Rahmania Diandini. Kami dibagi menjadi 2 grup. Tiap grup mendapat jadwal ujian yang berbeda. Aku berada di grup I, dengan ketua grup mbak Dian. Tugas ketua grup adalah menghubungi bagian dimana kami akan ujian. Hari senin itu itu pula kami melakukan tes foto thorak. Tes berlangsung selama 8 hari. Hari ke-2 grup I tes mata, hari ke-3 ujian bahasa inggris lisan, hari ke-4 dan 5 pemeriksaan kesehatan, hari ke-6 adalah psikotes, hari ke-7 ujian teori dan expertise foto, hari ke-8 tes TOEFL di LIA Pramuka. Di hari pertama itu, aku pulang sekitar jam 12 siang. Lanjut Baca »

Kutulis ini sebagai penghargaan kepada saudariku, seorang wanita, istri, ibu 1 putri.

Di mataku engkau seorang yang tomboy, sedikit malas mengerjakan pekerjaan rumah tangga, kadang malas membantu ibumu. Ibu menyiapkan masakan dan menjaga anakmu, sementara kau tidur siang. Seingatku satu atau dua asisten rumah tangga ibu keluar berkat dirimu. Aku sering tidak memahami jalan berpikirmu…kenapa sering sedikit cekcok dengan ibu atau bapak. Anggapan sebagian orang, bahwa anak perempuan biasanya lebih sayang dan perhatian kepada orang tuanya sepertinya tidak berlaku untukmu. Lanjut Baca »

Komunitas Motor Santun

Sebenarnya saya bisa naik motor. Saat SMA, kemana-mana naik motor. Tapi, setelah hijrah ke Jakarta, ortu & suami gak ngijinin naik motor, kecuali untuk tempat2 dekat rumah. Apalagi sejak adikku kecelakaan 2x saat naik motor hingga harus pasang pen.

Namun akhir2 ini, banyaknya motorers, ditambah kelakuan yang ugal-ugalan menjadikan aku takut untuk mencoba bermotor ria di jalanan. Yang tadinya gak naik karena diperintahkan, kini menjadi gak naik karena takut sungguhan. Lanjut Baca »

Hari gini,aku jaranggg… Banget nemuin ibu2 yang gak perawatan kecantikan. Ibu2 yg bawa anaknya berobat ke rumkit,umumnya kinclong. Paling gak mereka memakai krim perawatan wajah yang dijual bebas seperti : ponds, hazelin,l’oreal, olay.

Perempuan udah tambah sadar untuk memperhatikan penampilannya. Buat aku pribadi, penampilan itu penting walau bukan yang terpenting. Paling gak,itu tanda penghargaan terhadap diri sendiri.

Sayangnya, banyak krim2 perawatan wajah yang seharusnya diresepkan dokter tapi malah beredar bebas di pasaran. Dipasarkan dari mulut ke mulut dengan pengantar “ini racikan dokter lo”. Akibatnya, bukan wajah cantik yang didapat,justru timbul flek yang sulit hilang atau jerawatan.

Jadi, jangan terpancing untuk beli ‘krim racikan dokter’. Kalau memang tidak bisa bertemu dokternya, lebih aman memakai krim2 yang beredar bebas di pasaran (tentunya dengan nama2 yg sudah terkenal) dan teregistrasi BPOM.

Namun demikian, kelemahan krim2 yang bebas di pasaran itu adalah mudah dipalsukan. Apalagi merk2 terkenal yang banyak penggunanya. Mungkin menyiasatinya adalah dengan membeli di tempat2 terpercaya (mall misalnya. *maaf… Bukan maksud menjatuhkan toko kosmetik di pasar*)

Sekarang, tinggal anda memilih : mau beli produk bebas di pasaran atau konsultasi dokter? SELAMAT MEMILIH : )