Feeds:
Pos
Komentar

Seseorang dikatakan menderita diabetes bila gula darah puasa dan gula darah 2 jam setelah makan di atas ambang batas normal. Sementara seseorang disebut menderita gangguan toleransi gula bila hanya salah satu yang melewati batas  normal.

Diabetes melitus sendiri ada 2 tipe: Tipe 1 (insulin dependent) dan tipe 2 (acquired/ akibat gaya hidup). Kemungkinan seseorang untuk memiliki diabetes mellitus tipe 2 meningkat pada seseorang yang memiliki riwayat diabetes pada orang tua /kakek neneknya. Bila diabetes tipe 1 pasti memerlukan insulin untuk pengobatannya, pengobatan diabetes tipe 2 justru tidak selalu dengan obat. Bila dengan modifikasi gaya hidup gula darah bisa terkontrol, maka pasien tidak memerlukan obat.

Gula darah saya mulai terlihat abnormal saat saya berusia sekitar 35 atau 36 tahun. Yang bermasalah tadinya hanya salah satu saja: gula puasa atau gula 2 jam setelah makan. Setelah beberapa bulan berjalan, justru gula darah puasa dan 2 jam setelah makan sama-sama bermasalah. Gula darah puasa saat itu 120-an, dan 2 jam setelah makan sekitar 160. Padahal saya rajin melaksanakan puasa senin-kamis serta hanya makan buah saja saat siang. Sepertinya saya mewarisi bakat ini dari nenek saya.

Setelah 6 bulan, saya cek lagi tes toleransi glukosa oral, gula puasa saya 122 dan 2 jam setelah minum glukosa sekitar 200. Sejawat dokter spesialis penyakit dalam menyarankan saya untuk tes HbA1C, suatu tes darah yang menggambarkan kondisi gula darah selama 3 bulan terakhir. Tes ini penting untuk mengetahui seberapa jauh gula darah terkontrol. Kalau hanya pemeriksaan gula darah rutin bulanan, mungkin saja tidak menggambarkan kondisi sebenarnya, bisa saja sebelum pengambilan darah kita sedikit lapar mata, atau malah diet luar biasa.

Sebelum pengecekan gula darah selanjutnya, saya menemukan sebuah buku bagus yang membahas pola makan pasien diabetes. Setelah melakukan diet seperti di buku, gula puasa saya 140 (saat malam saya makan coklat sepotong kecil) dan gula puasa 2 jam  setelah makan 110. Saya makan berdasarkan panduan di buku tersebut. HbA1C saya 5,4% (nilai normal < 5,7%). Yang lebih hebat lagi, dengan menerapkan pola makan tersebut, trigliserida saya yang biasanya di atas 100, turun menjadi 74.

Kunci keberhasilan mengontrol gula darah kita adalah mengontrol asupan.

  1. Jam makan. Kapan jadwal makan?
  • Makan tetap 3x sehari namun perhatikan jenis dan jumlah makanan.
  • Antara makan berat satu dengan berikutnya, disarankan berjarak sekitar 6 jam.
  • Tidak dianjurkan makan malam lagi setelah jam 8 malam.
  • Diantara waktu makan berat dianjurkan memilih snack yang sedikit kalori dan tinggi serat, seperti buah.
  • Porsi makan malam lebih sedikit dibandingkan makan pagi dan siang. Saat ini gaya hidup nongkrong pulang kerja sering membuat kalori makan malam justru lebih banyak dibandingkan sarapan dan makan siang.
  1. Jenis makanan
  • PIlih makanan tinggi serat seperti sayur-sayuran dan buah. Gula pada makanan tinggi serat akan diserap perlahan-lahan namun cepat dibuang tubuh bila tidak dipergunakan.
  • Nasi putih saya ganti dengan nasi merah.
  • Sama sekali tidak minum minuman manis dan lebih memilih air putih.
  • Saat ini juga ada nasi hitam yang disebut-sebut mengandung serat yang lebih tinggi dibandingkan nasi merah serta kalori yang lebih rendah dibandingkan nasi merah.
  1. Jumlah makanan
  • Kebutuhan kalori saya sekitar 1600-1800 kalori (anda bisa memperkirakan kebutuhan kalori anda dari buku tersebut ataupun browsing).
  • Dalam 1 piring porsi makan saya, akan saya bagi 3 bagian : 1/4 bagian nasi merah (sekitar 3-5 sendok makan munjung), 1/2 bagian sayur dan 1/4 bagian berisi lauk pauk.
  • Di sela makan tersebut, bila lapar atau timbul hasrat ingin mengunyah, saya makan apel.
  1. Kemana-mana saya membawa nasi merah dan apel.
  2. Bila timbul keinginan untuk makan-makan yang indeks glikemiknya tinggi, saya batasi 1-2 sendok makan saja. Masih pengen sihh…, tapi kalau ingat nikmatnya hidup sehat, Alhamdulillah… masih teralihkan.
  3. Kurangi begadang yang tidak perlu. Karena begadang mengakibatkan kita ingin ngemil.
  4. Pernah sekali dua khilaf makan roti di malam hari yang kalorinya saya perkirakan bisa 400-500 kal sendiri. Keesokan paginya, saya cuma makan buah dan menunggu hingga 12 jam sejak makan roti itu hingga makan berat. Gak ingin begini sering-sering.

Saya sadar, usia yang bertambah akan menjadikan metabolisme tubuh melambat sehingga perlu diimbangi dengan olahraga teratur untuk mempercepat metabolisme. Oleh sebab itu, saya melakukan olahraga sepeda statis minimal 30 menit setiap hari.

Sepeda statis saya letakkan di ruang keluarga supaya tidak sepi. Di depannya ada TV dan DVD. Sehingga saya bisa bersepeda dengan menonton, mendengarkan musik, browsing, melihat anak-anak bermain atau dzikir al ma’tsurat. Setelah sepeda statis, saya melakukan stretching untuk low back pain, push up (sekedarnya wkwkwkwk…) dan plank 1 menit. Kuatnya masih segitu. Prinsipnya, pengen sehat tapi jangan tersiksa.

Semoga bermanfaat. Salam sehat!!!

diabetes.jpg

Ahok sang gubernur DKI berlatarbelakang Tionghoa Kristen, yang dipuja bak dewa oleh Ahokers dan disinisi setengah mati oleh non Ahokers akhirnya tersandung masalah yang cukup besar, dugaan kasus penistaan agama karena meminta warga Kepulauan Seribu jangan mau dibohongi pakai ayat QS Al Maidah ayat 51. Wall facebook yang memang sudah riuh dan panas dengan isu pilkada DKI bak makin tersiram bensin. Terakhir sebelum tulisan ini diturunkan adalah adanya aksi demo besar-besaran di balaikota yang menuntut proses hukum buat Ahok.

Yang ingin saya tulis di sini bukan sikap saya terhadap aksi mendukung-tidak mendukung Ahok maupun demo. Saya ingin menuliskan fenomena sebagian muslim di facebook yang tampak masih mendukung Ahok, terkadang dengan jelas mendukung pernyataan ‘biarpun kafir, yang penting gak korup, hingga ikut sinis dengan aksi yang mengakibatkan rusaknya taman. Bertebarannya dalil-dalil dan nasihat ulama tentang ghiroh dan tafsir QS Al Maidah 51 tidak membuat muslim ini serta merta antipati dengan Ahok. Ada apakah gerangan? Ada yang salah dengan cara dakwah kita?  Lanjut Baca »

Check up payudara sering terlewatkan oleh sahabat-sahabat perempuan, tidak terkecuali dokter yang menulis ini. Padahal yang namanya kanker masih belum jelas asal penyebabnya, bisa tiba-tiba muncul secara mengagetkan. Sering pasien/keluarga pasien menanyakan penyebabnya apa ya dok? Berharap kalau ada faktor yang bisa dihindari untuk mencegah. Meskipun pada umumnya dokter mengatakan jangan makan-makanan cepat saji, banyak pengawet, makanan yang disuntik hormon… tetap saja itu bukan penyebab kanker. Lanjut Baca »

Radiologi Intervensi

Radiologi intervensi merupakan salah satu bidang radiologi yang melakukan intervensi / penatalaksanaan kepada pasien, tidak hanya melakukan proses diagnostik. Mungkin masih banyak yang belum mengenal bidang ini karena yang terpikir dari spesialis radiologi adalah orang yang membaca rontgen, CT scan dan melakukan USG. Tindakan yang dilakukan oleh seorang radiologi intervensi seperti melakukan biopsi tumor yang dibantu dengan pencitraan (alat radiologi), memberikan obat (kemoterapi pada pasien kanker) yang langsung menuju pembuluh darah tumor, menutup peredaran darah yang memberi makan bagi tumor baik untuk mengurangi risiko perdarahan sebelum dioperasi maupun sebagai salah satu terapi, pasang stent pada pasien stenosis pembuluh darah (pembuluh darah tertutup karena suatu sebab tertentu), dan sebagainya. Lanjut Baca »

Hadiah Tahun Baru 2013

Galau…. Sementara teman-teman bagian lain sudah ditelpon mengabarkan kelulusan mereka, belum ada satupun kejelasan kapan radiologi akan mengumumkan hasil ujian. Lanjut Baca »

Tes PPDS Radiologi UI 2012

Senin, 15 oktober 2012

23 orang peserta ujian calon ppds radiologi dikumpulkan di Dept. radiologi FKUI lt.2 untuk mendapatkan pengarahan dari KPS, dr. Sawitri. Dari 23 orang, 5 diantaranya adalah peserta ujian yang gagal sebelumnya. Dari 23 peserta ada 4 orang lulusan FKUI. Salah satu yang kukenal baik adalah mbak Rahmania Diandini. Kami dibagi menjadi 2 grup. Tiap grup mendapat jadwal ujian yang berbeda. Aku berada di grup I, dengan ketua grup mbak Dian. Tugas ketua grup adalah menghubungi bagian dimana kami akan ujian. Hari senin itu itu pula kami melakukan tes foto thorak. Tes berlangsung selama 8 hari. Hari ke-2 grup I tes mata, hari ke-3 ujian bahasa inggris lisan, hari ke-4 dan 5 pemeriksaan kesehatan, hari ke-6 adalah psikotes, hari ke-7 ujian teori dan expertise foto, hari ke-8 tes TOEFL di LIA Pramuka. Di hari pertama itu, aku pulang sekitar jam 12 siang. Lanjut Baca »

Kutulis ini sebagai penghargaan kepada saudariku, seorang wanita, istri, ibu 1 putri.

Di mataku engkau seorang yang tomboy, sedikit malas mengerjakan pekerjaan rumah tangga, kadang malas membantu ibumu. Ibu menyiapkan masakan dan menjaga anakmu, sementara kau tidur siang. Seingatku satu atau dua asisten rumah tangga ibu keluar berkat dirimu. Aku sering tidak memahami jalan berpikirmu…kenapa sering sedikit cekcok dengan ibu atau bapak. Anggapan sebagian orang, bahwa anak perempuan biasanya lebih sayang dan perhatian kepada orang tuanya sepertinya tidak berlaku untukmu. Lanjut Baca »